Layanan internet gratis melaluu kampanye internet.org yang di usung facebook menuai kontroversial. Regulator telekomunikasi india mencekal layanan internet yang berganti nama menjadi free basics. Sejumplah pihakpun mengkritik bahwa internet.org tidak sepenuhnya gratis dan bukan organisasi amal.
Facebook kemudian menanggapi kritikan tersebut dengan mengubah nama internet gratisnya menjadi free basics. Pada ahir 2015 seperti di kutip dari laman the Economist sabtu (9/1/2015)
Sebagian kritikus perpendapat jika india dan pengguna internet lain nya menghabiskan banyak waktu di wall facebook. Sehingga secara tidak langsung memaksa pembisnis membuka toko online di facebook dari pada di web sendiri maupun web orang lain.
Hal ini juga akan memberikan kekuasaan besar bagi facebook. Sebuah survai yang di gelar tahun lalu tanpa di sadari pengguna internet di negara miskin dan berkembang begitu besar.
Takhanya itu, sebagian kritikus berpendapat internet free basics ini di ibaratkan seperti taman perpagar yang semua isinya harus melalui facebook.
Di sisi lain, dikawatirkan layanan ini dapat mengancam privasi pelanggan dengan mengambil data ketika mengakses layanan tersebut.
Facebook pun menampik anggapan tersebut layanan ini bebas terbuka untuk siapa saja yang mengaksesnya tanpa persyaratan apa pun.
Terkait keamanan, Facebook berpendapat privasi hanya akan di simpan selama 90 hari. Serta layanan ini tidak menggandung motif mencari keuntungan karena tidak di sertai dengan iklan.
Terkait tuduhan untuk mematikan kompetisi, Facebook mengatakan tak ada ancaman yang lebih baik bagi inovasi lokal dari pada membuat orang orang offline. Kehadiran free basics seharusnya mendorong operator selurer untuk memberikan layanan yang lebih murah.
Keputusan india ini pun di ikuti oleh mesir, tapi belum pasti apa alasannya.


0 komentar